Gunung
Ungaran terletak di sebelah Selatan - Barat Daya kota Semarang dengan jarak
sekitar 40 Km, tepatnya berada di kabupaten Semarang. Gunung Ungaran termasuk
gunung berapi. Gunung ini terdiri dari tiga buah gunung yakni Gn. Gendol, Gn.Botak,
dan Gn. Ungaran. Puncak tertinggi Gn. Ungaran memiliki ketinggian 2.050 mdpl.
Gunung Ungaran ini memiliki tiga jalur pendakian sampai puncak yakni jalur
candi Gedung Songo, jalur Jimbaran, dan jalur Medini. Dari tiga jalur tersebut
yang sering di lewati pendaki yakni jalur candi Gedung Songo dan jalur
Jimbaran.
Untuk
menuju puncak Gunung Ungaran ini dibutuhkan waktu sekitar 5 jam dari candi
Gedung Songo, atau sekitar 8 jam dari Jimbaran. Gunung ini dapat didaki dari
Jimbaran - Ungaran, atau dari Taman Wisata Candi Gedung Songo - Ambarawa. Bagi
para penggiat alam bebas dari Jawa Barat atau Jawa Timur bisa menggunakan
transportasi darat kereta api, dari jawa barat naik kereta api Tawang Jaya dari
stasiun Senen Jakarta menuju stasiun Poncol - Semarang. Jawa Timur naik kereta
api dari stasiun pasar turi menuju Poncol Semarang. Sesampainya di stasiun
poncol ini kita naik bus kota menuju terminal Terboyo, dilanjutkan dengan bus
kecil jurusan Bandungan.
Gunung
Ungaran memiliki ketinggian 2050 mdpl, kondisi alamnya masih diselimuti hutan
lebat dan banyak terdapat tempat-tempat wisata, maupun tempat-tempat keramat
yang sangat menarik untuk dikunjungi. Panorama di puncak Gunung Ungaran kita
bias menyaksikan Gunung Merbabu yang sangat kokoh dan besar saat di lihat di
atas puncak Gunung Ungaran.
Transportasi
- Dari termina Terboyo cari bus jurusan bandungan turun di pasar jimbaran Rp.10.000,- perjalanan kurang lebih 45 menit.
- Ojek dari pasar jimbaran ke Pos pendakian I Mawar Rp.15.000,-
Pendakian Jalur Jimbaran
Sampai
Pos Mawar perjalanan dilanjutkan kembali dengan trekking menuju Pos II atau Pos
Bayangan. Dari Pos Mawar kita dapat melihat Gunung Merbabu dan Gunung Telomoyo.
Kita manfaatkan semaksimal mungkin suasana panorama menawan ini dengan
mendokumentasikan setiap momen bagus.
Awal
perjalanan kita memulai kawasan hutan ciri khas pegunungan dengan vegetasi yang
sedikit tertutup sehingga udara cukup sejuk. Medan kemudian mulai menanjak dan
vegetasi mulai terbuka, sehingga pada saat cuaca kemarau medan ini menjadi
berdebu. Perjalanan di lanjutkan dengan medan yang mulai memasuki kawasan hutan
kembali dengan banyak pepohonan sehingga suasana menjadi sejuk, ditengah
perjalanan kami melewati sungai dan terdapat air terjun kecil sehingga suasana
menjadi sejuk. Suara air dan angin semilir begitu sejuk dan damai dengan
suasana tempat yang masih tertutup dengan pohon-pohon besar gunung Ungaran.
Dari
air terjun perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kea rah kanan dengan track
yang menanjak dan kembali agak landai. Melintasi kawasan hutan sejauh 1 km akan
mengantarkan kita ke perkebunan Sikendil. Di lokasi perkebunan kopi ini
terdapat pondok dan bak penampungan air yang menyerupai kolam renang.
Terdapat
percabangan jalan, kekiri adalah menuju puncak sedang lurus adalah jalur menuju
Babadan, Ungaran. Jalan agak menanjak hingga kemudian mendatar untuk menuju
pertigaan yang merupakan jalur ke puncak. Di ujung jalan datar, kita sampai
dipertigaan si kendil, sebuah percabangan di perbatasan antara kebun kopi.
DUSUN PROMASAN
Untuk menuju puncak kita ambil jalur kekiri,
namun sebaiknya kita beristirahat dulu di Dusun Promasan turun kearah kanan
yang juga merupakan jalur pendakian dari arah Boja Kendal. Dusun Promasan terletak
di tengah perkebunan teh dengan jumlah rumah hanya sekitar 25 rumah.
Pemandangan
puncak Gunung Ungaran dari lokasi ini sangat luar biasa indahnya. Pendaki
biasanya menginap di rumah Biyung namun tidak menjual makanan, untuk makan
harus memasak sendiri. Sementara di rumah bapak ketua RT menyediakan warung
makan serta perlengkapan lainnya. Kalau mau membuka tenda terdapat lapangan
yang cukup luas di dekat kamar mandi umum.
Terdapat
Gua Jepang di tengah-tengah perkebunan teh. Gua ini dibangun pada masa
pendudukan Jepang dan merupakan tempat persembunyian tentara Jepang ketika
Perang Dunia ke II. Gua Jepang berupa lorong panjang sekitar 150 meter.
Terdapat ruangan-ruangan di sisi kiri dan kanan lorong. Gua ini memiliki 3 buah
pintu masuk yang juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Untuk memasuki gua
harus menggunakan lampu senter, dan bila hujan air bisa masuk gua sehingga
menjadi licin.
Selain
Gua Jepang tempat menarik lainnya berupa Candi Promasan yang berupa kamar mandi
umum terbuka yang berhiaskan patung-patung sederhana. Konon dengan mandi di tempat
ini akan membuat kita awet muda.
MENUJU PUNCAK GN.UNGARAN
Dari
dusun Promasan pendakian dilanjutkan dengan menyusuri jalan setapak di
tengah-tengah perkebunan teh. Di ujung perkebunan teh kita akan menemui hutan
yang tidak begitu lebat dengan lamtoro gunung dan cemara menghiasinya.
Selanjutnya kita akan menemukan pertemuan jalur, ambillah jalur lurus karena
jalur kiri merupakan jalur dari pertigaan. Apabila kita tidak turun ke Desa
Promasan tetapi langsung kepuncak dari pertigaan, ketika menemui percabangan
ini ambillah jalur kekiri. Jarak tempuh normal dari pertigaan dan desa promasan
menuju puncak adalah 2 jam dengan medan yang berat, penuh batu-batu, dan tak
jarang kita harus memanjat batu-batu yang tingginya 1 meteran.
Setengah
perjalanan atau sekitar 1 jam berjalan, kita akan menemui tebing-tebing batu
yang berketinggian sekitar 20 meter dan dihiasi oleh padang sabana dengan
pepohonan yang jarang. Daerah ini di siang hari sangat panas dan berangin
kencang karena tidak adanya pohon-pohon pelindung yang tumbuh, kebanyakan hanya
alang-alang yang dapat kita temui di sini hingga puncak.
Disarankan
agar mendaki ke puncak saat malam atau pagi-pagi sekali, selain untuk menghemat
air minum juga agar terhindar dari terik matahari yang dapat membakar kulit.
Jalur disini menuntut kewaspadaan yang tinggi, karena kita melewati punggungan
yang terjal berbatu besar serta licin. Kita menempuh jalan setapak yang
mengitari tebing-tebing.
Apabila
anda sudah mencapai hutan kecil yang diapit oleh 2 punggungan berarti puncak
gunung Ungaran sudah dekat. Di atas hutan kita dapat menemui tebing terjal,
jalan setapak dengan menyusuri bagian tengah tebing menuju arah kiri kemudian
berbelok ke kanan dan akhirnya sampailah ke puncak Ungaran yang berketinggian
2050 mdpl dan dihiasi oleh sebuah tugu yang dibangun oleh batalyon militer dari
Semarang. Dari puncak Gn. Ungaran kita dapat melihat Gn. Sumbing, Gn. Sundoro
di sebelah barat daya.
TURUN KE CANDI GEDONG SONGO
Menuruni
Gunung Ungaran melewati jalur Candi Gedong Songo menjadi pilihan yang menarik.
Dengan melintasi kawasan hutan yang cukup lebat serta jalan yang licin bila
turun hujan, pendaki dituntut untuk tetap waspada karena banyak jalur
percabangan yang akan membawa pendaki ke jurang atau ke jalur pendakian
lainnya.Jalur yang panjang dan agak landai sering kali juga harus menuruni
tanjakan-tanjakan yang sangat terjal memberikan nuansa yang berbeda dalam
pendakian ke gunung Ungaran.
Mendaki dan menuruni gunung ungaran bila
dilakukan di siang hari ada keunikan tersendiri, kita dapat menikmati suasana
hutan yang cukup lebat dengan dihiasi tebing-tebing curam puncak-puncak gunung
Ungaran. Terutama
ketika kita berada di lembah yang di apit oleh dua puncak.
Setelah berjalan sekitar 3 jam melintasi track yang
berselang-seling anatara landai dan terjal di tengah hutan yang cukup lebat,
jalur menjadi terbuka melintasi padang rumput. Di siang hari terasa sangat
panas dan di musim kemarau banyak debu sehingga harus menjaga jarak dengan
pendaki di depannya karena debu yang dibuat oleh langkah kaki pendaki di
depannya. Meskipun demikian kita akan disuguhi pemandangan yang sangat indah ke
arah gunung Merbabu dan Rawa Pening di sepanjang perjalanan.Sedangkan di
sebelah tenggara, kita melihat Gn. Telomoyo, Gn. Merbabu, dan Gn. Merapi.
TIPS PENDAKIAN
- Pilihlah
hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan
- Latihan
fisik seminggu sebelum hari H
- Persiapkan
tim dan perlengkapan yang akan dibawa . Jangan lupa bawa sesuatu misal
benda kesayangan atau tulisan untuk seseorang supaya bisa foto bareng saat
di puncak
- Tim
yang solid adalah 5-8 orang. Jika sedikit usahakan 3 orang (1 orang harus
sudah pernah naik gunung)
- Jangan
sepelekan keselamatan. Pakai sandal atau sepatu gunung dan jaket gunung.
Bawa makanan dan air secukupnya jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu
banyak. Yang paling penting jangan melanggar peraturan dan jangan buang
sampah di gunung
- Untuk
pendakian Ungaran kita bisa naik pagi atau malam.
- Dirikan
tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya
tidak terkena angin gunung langsung
- Jika
ada anggota kelompok yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya
ditemani. Atau jika sakit parah langsung beritahu dengan kelompok lain
INFORMASI GUNUNG UNGARAN
Nama: Gunung Ungaran
Ketinggian: 2050 mdpl
Lokasi: Kabupaten Semarang (Jawa Tengah)
Tipe: Gunung berapi stratovolcano
Letusan terakhir: –
Flora: Jamuju (Dacrycarpus imbricatus),Sarangan (Castanopsis argentea), Waru Gunung (Hibiscus macrophyllus),Kantil (Michelia alba),Bunga kantil (cempaka putih),Rengas (Gluta renghas),Cemplonan (Drymaria cordata)
Fauna: Burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi),Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus); tidak pernah ditemukan lagi.Kijang (Muntiacus muntjak),Babi hutan (Sus scrofa), Trenggiling (Manis javanica) ,Luwak (Paradoxurus hermaphroditus),Alap-alap Capung (Microhierax fringillarius),Raja Udang Meninting (Alcedo meninting),Burung Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster),Ayam Hutan Merah (Gallus gallus),Ayam Hutan Hijau (Gallus varius),Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides)
Spot alam: perkebunan teh, perkebunan kopi
Wisata lain: Candi Gedongsongo, Curug/air terjun Semirang dan Curug Lawe, pemandian air panas
Hutan: hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung
Kondisi: udara dingin, kabut, hutan, trek batu, ilalang
Jalur pendakian:
Nama: Gunung Ungaran
Ketinggian: 2050 mdpl
Lokasi: Kabupaten Semarang (Jawa Tengah)
Tipe: Gunung berapi stratovolcano
Letusan terakhir: –
Flora: Jamuju (Dacrycarpus imbricatus),Sarangan (Castanopsis argentea), Waru Gunung (Hibiscus macrophyllus),Kantil (Michelia alba),Bunga kantil (cempaka putih),Rengas (Gluta renghas),Cemplonan (Drymaria cordata)
Fauna: Burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi),Burung Trulek Jawa (Vanellus macropterus); tidak pernah ditemukan lagi.Kijang (Muntiacus muntjak),Babi hutan (Sus scrofa), Trenggiling (Manis javanica) ,Luwak (Paradoxurus hermaphroditus),Alap-alap Capung (Microhierax fringillarius),Raja Udang Meninting (Alcedo meninting),Burung Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster),Ayam Hutan Merah (Gallus gallus),Ayam Hutan Hijau (Gallus varius),Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides)
Spot alam: perkebunan teh, perkebunan kopi
Wisata lain: Candi Gedongsongo, Curug/air terjun Semirang dan Curug Lawe, pemandian air panas
Hutan: hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung
Kondisi: udara dingin, kabut, hutan, trek batu, ilalang
Jalur pendakian:
- Jalur
Gedong Songo
- Jalur
Jimbaran
- Medini/Promosan
Puncak: Gendol, Botak, dan Ungaran
View gunung lain dari puncak: Gn. Sumbing, Gn. Sundoro di sebelah barat daya, Gn. Merbabu
Mitos: Gunung Ungaran konon dijadikan sebagai tempat mengubur Dasamuka (yang menculik Dewi Sinta dari suaminya Rama) oleh Hanoman.
View gunung lain dari puncak: Gn. Sumbing, Gn. Sundoro di sebelah barat daya, Gn. Merbabu
Mitos: Gunung Ungaran konon dijadikan sebagai tempat mengubur Dasamuka (yang menculik Dewi Sinta dari suaminya Rama) oleh Hanoman.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar