Gunung
Sindoro - 3.136
m.dpl, setidaknya ada tiga nama yang dikenal baik oleh masyarakat, Sindoro,
Sundoro atau Sendoro. Adalah termasuk dalam jajaran gunung berapi yang
mempunyai bentuk kerucut dengan tipe Strato. Dari kejauhan nampak seperti dua
saudara kembar antara Sundoro dan Sumbing, berdiri kokoh di batas Kabupaten
Temanggung sebelah barat dan sebelah timur kota Wonosobo. Diantara keduanya,
dipisahkan oleh pelana Kledung (1.405 m.dpl) yang melintasi jalan raya,
menghubungkan Wonosobo dengan kota Magelang. Gunung Sundoro memiliki areal Kawasan
Hutan cukup luas yang di kelola oleh PERHUTANI Wonosobo (772 m.dpl) dan
Temanggung. Berada di puncaknya, kita bisa melihat pemandangan disekitarnya,
bagian lereng gunung ditanami hamparan kebun teh yang mengelilingi menjadikan
lereng sindoro terlihat hijau sepanjang tahun.
Di bagian timur dari puncak datar seluas 400 x 300 m
terdapat kawah kembar besar berukuran 210 x 150 m, sedangkan dataran Segero
Wedi, Banjaran, di bagian barat dan utara, adalah sisa dari kawah utama dan
sekunder. Kerucut dan kawah parasit ditemukan di lereng barat daya dan timur
laut dan di kaki tenggara. Beberapa ratus bukit di kaki timur laut menurut Taverne
dan van Bemmelen merupakan sisa erosi dari suatu longsoran tanah sebelum tanah
sebelum sejarah atau dari lahar.
Rute Pendakian
Gunungapi ini mudah dicapai dari segala jurusan, dari sebelah timur dari Magelang, dari sebelah barat dari Banjarnegara, dari arah utara dari Candiroto atau Melayu, sedangkan dari arah selatan dari Purworejo. Untuk mendaki gunung Sundoro terdapat dua jalur umum yang biasanya dipergunakan, yaitu; lewat Desa Kledung dan lewat Desa Sigedang (Tambi).
Jalur Kledung
Untuk mencapai Desa Kledung, dari arah Magelang naik
bus ke jurusan Wonosobo atau sebaliknya, turun di Desa Kledung disebelah
Restoran Dieng Pass. Perjalanan dari arah Wonosobo hanya 3 Km. Untuk sarana
penginapan di Kledung masih belum tersedia, penginapan hanya ada di Wonosobo
atau Magelang, tetapi kita bisa menginap di rumah Kepala Desa atau di rumah
masyarakat setempat.
Di Desa Kledung kita bisa menyaksikan pemandangan yang
menarik baik kearah Gunung Sundoro maupun kearah Gunung Sumbing. Sekitar 0,5
jam perjalanan kita akan melewati batas ladang penduduk dengan hutan dan sampai
di Watu Gede. Sekitar 0,5 jam perjalanan lagi kita akan sampai di Situk, disini
ada pos pendaki dan kita dapat beristirahat disini. Dari Situk diteruskan lagi,
kita akan menemui jalan bercabang, lurus dan ke arah kanan.
Sebaiknya kita ambil yang lurus karena jalan ini lebih
cepat tetapi lebih menanjak, sedangkan jalan yang kanan lebih landai dan
melewati lereng bukit, kedua jalan ini akan bertemu di Pestan dan dapat
ditempuh dalam 2 jam dari Situk.
Berjalan sekitar 2-3 jam lagi kita sampai di Batu
Tatah, daerahnya agak berbatu. Untuk menuju puncak diperlukan waktu 2 jam lagi,
mendekati puncak kita mengambil jalan memutar dari arah kiri menuju ke arah
kanan menuju puncak. Dari desa Kledung ke puncak Sundoro ini membutuhkan waktu
7 jam dan turunnya dibutuhkan waktu 4 jam.
Puncak Gunung Sundoro merupakan dataran seluas (400 x
300) meter, yang disebelah timurnya terdapat dua kawah kembar seluas (210 x
150) meter. Sedangkan di sebelah barat dan utara terdapat dataran Segoro Wedi
dan Banjaran serta dua dataran yang belum bernama, yang merupakan sisa kawah
utama dan sekunder.
Menurut tradisi masyarakat di sini setiap tanggal 1
Suro, Tahun Baru pada penanggalan Jawa-Islam, banyak penduduk yang mendaki
Gunung Sundoro ini, untuk mengadakan selamatan di puncak.
Jalur Sigedang-Tambi
Jalur Sigedang merupakan jalur yang agak sulit karena
jalanan sangat menanjak sehingga jarang yang melakukan pendakian lewat sini
tetapi jalur ini banyak di gunakan sebagai jalur turun karena lebih cepat dan
lebih dekat dengan Lembah Dieng. Untuk mencapai Sigedang, dari arah Wonosobo
kita naik bus ke jurusan Dieng, turun di Rejosari atau Tambi, sekitar 15 Km.
Selanjutnya perjalanan diteruskan dengan jalan kaki /naik
Ojek menuju ke arah kampung Sigedang sekitar 4 Km. Kondisi Jalan menuju
Sigedang sudah beraspal dan disekitar jalan kita bisa memandang hamparan
tanaman teh. Awal pendakian kita mulai di sini. Berjalan melewati jalan berbatu
menyusuri kebun - kebun teh selama 2 jam perjalanan akan sampai dibatas
perkebunan teh dengan hutan (4 Km). Dari sini pendakian kita teruskan melalui
jalanan yang cenderung menanjak selama 3 jam akan sampai di Watu Susu.
Watu Susu merupakan daerah yang mempunyai ciri adanya
batu yang besar yang terdiri 2 buah. Menurut kepercayaan penduduk, batu ini
merupakan buah dada dari Gunung Sundoro. Dari Watu Susu ke puncak dibutuhkan
waktu sekitar 1,5 jam lagi. Perjalanan dari Sigedang menuju puncak Gunung
Sundoro membutuhkan waktu sekitar 6-7 jam dan turunnya memakan waktu 4-5 jam
perjalanan.
Untuk melakukan pendakian lewat Sigedang harus melapor
dahulu ke Kepala Desa. Disini kita bisa menginap di rumah masyarakat setempat
yang umumya juga sebagai pemandu gunung. Untuk melakukan pendakian ke Gunung
Sindoro lewat Kledung belum ada ijin khusus tetapi sebelum melakukan pendakian
kita harus mencatat nama di rumahnya Kaur pembangunan (Pemerintah Desa) sebagai
tanda ijin mengetahui adanya pendaki yang naik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar